Selasa, 31 Maret 2015

Hidup Disini.....

Disini dan disitu
Terasa baru
Dan rancu
Kata mereka ini tabu

Bagai kau temu wanita
Tanya perawan nya
Bagai kau temu pria
Tanya perjaka nya

Disitu dan disini
Tampak tak berpenghuni
Coba hidupkan api
Berjuta orang datang menghakimi

Kesana dan kemari
Tiga tipe ada disini
Kaya dan misikin bersembunyi
Sang penjilat paling berani

Budaya terajar oraang tua
Tumbuhlah jujur anak muda
Lantas budaya orang tua pula
Jangan buka terlalu cepat kartu as nya

Hidup di nusa antara
Munafik jadi penguasa
Penjilat selaras dengan kasta
Jujur mati saja sana

Hidup disini...... A.Darmika,30 Maret 2015
11.03 AM

Jumat, 27 Maret 2015

Karna itu tak membunuhku

Kuhempas sebuah buku
Tak lebih dari debu

Kuhantam sepasang jendela
Tak satu sakit kurasa

Kulempar sebuah batu
Tak kembali ia kepadaku

Kuinjak sebidang tanah
Jejak ku ada padanya

Kupandang satu hawa
Mematung ku dibuatnya

Kusapa hawa yang sama
Semakin diriku hina

Kulihat hawa tertawa
Di ujung rambut nyawaku terbawa

Semakin menjauh ia
Ku nikmati punggungnya

Tersisa bayangan mu
Muncul lah senyumku

Ku ikuti bayangmu
Karna itu tak membunuhku



Lain dengan senyum mu


Karena itu tak membunuhku-A.Darmika 26-03-15 11.10 AM

Kamis, 26 Maret 2015

Gagak

Hey kawan,kau pernah terpikir?

Terbesit di kepalaku,pernahkah kau juga?


Lihatlah para pembawa kabar


Bukan merpati,melainkan gagak



 Terlintas lah kepadaku


Gagak terlalu banyak bekerja belakangan ini

Ntah sudah berapa ratus atau bahkan ribu kabar yang ia bawa

Tapi tidak satu pun kabar membawa tawa bagi penerima



Lantas tengkorak ku terasa sangat panas


Ku bertanya,”kapan jasamu kan kupakai gagak?”

Apakah aku akan tau jawabanya?

Dan pada siapakah aku memintamu mengirim nya

Siapa yang akan kukirimi kabar,bila aku akan punya kabar ,gagak?

Gagak Pembawa Berita-A.Darmika 10.45 AM

Selasa, 24 Maret 2015

Sajak ,"Fatamorgana "Tuhan" "


Kau yang duduk disana
Sudihkan kau bantu aku
Gamang ku muncul tepat saat ini
Saat di mana akal ku menderu dan darah ku melaju


Ku punya tanya,kenapa Tuhan?
Kenapa kau,aku,mereka menyebut nya Tuhan
Pernah kah singgah di dalam tengkorakmu yang mungil itu
Kenapa kita lantang kan ia Tuhan?


Ah,aku tau kau pikir aku gila
Aku hilang,atau kau akan balik bertanya pada ku," apa masalah mu?"
Duduk lah dulu dengan ku
Yang kumaksud bukan Tuhan yang 'itu'
Kau pasti juga punya 'Tuhan' yang lain kan?
Tapi aku ingin kita rata kan persepsi

'Tuhan' yang ku maksud memakai dasi
Tak jarang ber batik atau pun safari
Arif nian ditambah peci
Di bumbui sepatu hitam nan seksi
Coba tabur kan sedikit aroma kayu mahoni
Gincu juga memperkuat estetika
Para wanita berkebaya


Sering kita berlomba
Menyentuh mereka
Lempar kata dengan mereka
Tawa mereka kau anggap manusia
Salah mereka kau anggap dewa
Benarkah itu 'Tuhan' yang sebenarnya?
Atau mereka fatamorgana?
Oleh dari itu,duduk lah dengan saya
Karena ku takut,tanya lah yang akan menjawab tanya

Fatamorgana "Tuhan" -A.Darmika

24-03-15 08.42 PM